Feeds:
Tulisan
Komentar

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) BUKAN BEBAN MELAINKAN KEWAJIBAN

OLEH: Putu Ardana Bukian,S.Pd,M.Pd

                        Di era sekarang, guru bukan lagi menjadi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Pemberian tunjangan sertifikasi merupakan bentuk penghargaan terhadap guru yang selama berpuluh-puluh tahun kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Peningkatan kesejahteraan yang diberikan tidak tanpa syarat. Syarat yang dituntut oleh seluruh kalangan ialah terciptanya guru yang profesional dalam arti yang berkualitas dan loyal terhadap tugas yang dilaksanakan.  Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah melalui peningkatan kualifikasi akademik guru,pendidikan dan pelatihan atau memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan nonpembelajaran secara profesional lewat penelitian dan perbaikan pembelajaran

Pada tahun 2009, Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi meluncurkan keputusan yang bertujuan untuk memacu para guru untuk meningkatkan kualitas diri mereka. Program tersebut ialah Pengembanagn Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan suatu bentuk pembelajaran bagi guru yang merupakan salah satu upaya untuk membawa perubahan yang diinginkan berkaitan dengan keberhasilan siswa.Dan juga melalui kesadaran untuk memenuhi standar kompetensi profesinya serta upaya untuk memperbaharui dan meningkatkan kompetensi profesional selama bekerja sebagai guru adalah bagian penting dari komitmen guru itu sendiri. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 63 Tahun 2009 serta Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 merupakan landasan hukum yang kuat dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Pengembangan keprofesian berkelanjutan bukan saja ditujukan kepada guru yang tersertifikasi agar meningkatkan kualitas kinerja, guru yang belum tersertifikasi pun dituntut untuk melaksanakan hal tersebut. Untuk guru yang tidak sertifikasi, syarat PKB digunakan dalam kenaikan pangkat. Menurut buku Pedoman Pengelolaan PKB yang diterbitkan oleh Direktorat P2TK Dikdas Kementrian Pendidikan Nasional (2011), PKB adalah bentuk pembelajaran berkelanjutan bagi guru yang merupakan kendaraan utama dalam upaya membawa perubahan yang diinginkan berkaitan dengan keberhasilan siswa. Dengan demikian semua siswa diharapkan dapat mempunyai pengetahuan lebih, mempunyai keterampilan lebih baik, dan menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang materi ajar serta mampu memperlihatkan apa yang mereka ketahui dan mampu melakukannya. PKB mencakup berbagai cara dan/atau pendekatan dimana guru secara berkesinambungan belajar setelah memperoleh pendidikan dan/atau pelatihan awal sebagai guru. PKB mendorong guru untuk memelihara dan meningkatkan standar mereka secara keseluruhan mencakup bidang-bidang berkaitan dengan pekerjaannya sebagai profesi. Dengan demikian, guru dapat memelihara, meningkatkan dan memperluas pengetahuan dan keterampilannya serta membangun kualitas pribadi yang dibutuhkan di dalam kehidupan profesionalnya.

Apa yang tercantum dan dipaparkan dalam pedoman PKB direktorat P2TK terkait dengan hasil akhir proses pembelajaran untuk memberikan pengetahuan lebih serta pengalamn lebih kepada siswa telah dilaksanakan oleh guru. Hal tersebut bisa diamati dari persiapan mengajar, proses di kelas dan hasil evaluasi atau hasil belajar siswa. Hal yang masih perlu dipacu lagi oleh guru-guru ialah “kebiasaan” berkarya. Sedangkan PKB menuntut agar guru terbiasa untuk berkarya.

Adapun yang menjadi syarat PKB meliputi tiga hal yaitu : pertama, pelaksanaan pengembangan Diri. Pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar mampu melaksanakan tugas pokok dan kewajibannya dalam pembelajaran/pembimbingan termasuk tugas-tugas tambahan yang relevan  dengan fungsi sekolah yang meliputi.:Diklat fungsional,Kegiatan kolektif guru yang meningkatkan kompetensi dan/atau keprofesian guru seperti lokakarya, MGMP, KKG. K3S, MKKS, KKPS dan MKPS. Keduua, pelaksanaan publikasi karya ilmiah. Publikasi Ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatann kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan secara umum yang mencakup tiga kegiatan yaitu : (a).     Presentasi pada forum ilmiah, sebagai pemrasaran/nara sumber pada seminar, lokakarya ilmiah, koloqium atau diskusi ilmiah. (b).    Publikasi ilmiah hasil penelitiann atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal yang mencakup pembuatan karya tulis berupa laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya dan tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikan. (c.)     Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan dan/atau pedoman guru. Ketiga, pelaksanaan karya Inovatif Karya Inovatif adalah karya yang bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan, sains/tehnologi dan seni.

Dari tiga hal yang perlu dilengkapi oleh guru sehingga menjadi guru yang profesional, agaknya syarat kedua dan ketiga masih menjadi beban oleh para guru. Kurangnya kebiasaan menulis dikalangan guru menjadikan hal tersebut beban. Alasan lain ialah beban mengajar yang sangat padat yaitu 24 jam tatap muka. Baik untuk guru yang sudah tersertifikasi maupun yang belum tersertifikasi. Namun kendatipun demikian, segala hal tersebut harus dilewati dan disikapi dengan bijak. Peraturan tersebut diluncurkan tidak lain ialah untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Berdasarkan penjelasan di atas sebenarnya guru mempunyai banyak ruang untuk dapat mengembangkan diri sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, bakat dan minat guru, sarana dan prasarana yang ada di sekolah, dan sebagainya.

Pengembangan profesi berkelanjutan ini sebaiknya dimanfaatkan sebagai momentum bagi guru untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing dan jangan menjadi halangan untuk naik pangkat. Guru dari sekarang seharusnya sudah mempersiapkan diri untuk pengembangan profesi berkelanjutan ini dan mudah-mudahan pada akhirnya akan meningkat mutu pendidikan secara keseluruhan. Berpikir tetap optimis bukan sebaliknya pesimis. Tidak megkambinghitamkan hal lain untuk menjadikan kita tidak berkarya dalam hal pengembangan diri agar berani menyatakan diri sebagai guru  yang benar-benar bersertifikat profesional.

SMKN 1 (KESEHATAN) KUBUTAMBAHAN:

BELIA NAMUN BRILLIANT

 

            Lokasi di desa bukan berarti Ndeso. Itulah tekad yang diusung seganap civitas akademika SMKN 1 Kubutambahan. Sekolah yang lebih dikenal dengan sekolah kesehatan masih berumur belia namun jangan salah, usia boleh belia tetapi prestasi brilliant. Pentaan yang dilakukan di SMKN 1 Kubutambahan tidak hanya dibidang infrastruktur tetapi dibidang SDM juga digali secara optimal. Sehingga “ocehan” awal di masyarakat terhadap SMKN 1 Kubutambahan yang menyatakan bahwa sekolah baru  hanya berkonsentrasi pada pembangunan gedung, tidak sepenuhnya benar. Pembangunan kreativitas, sumberdaya manusia, dan prestasi dari guru dan siswa tidak ketinggalan dilakukan. Dan hal itu bukan isapan jempol belaka,  sedikit demi sedikit mulai diwujudkan.

            Tahun 2012 baru berjalan kurang lebih tiga bulan akan tetapi, sederetan prestasi telah diraih oleh  siswa-siswi SMKN 1 Kubutambahan baik dibidang akademik maupun non akademik. Prestasi yang telah di raih meliputi: Juara 1 lomba mekidung Tingkat kabupaten yang diadakan di SMA Negeri 1 Tejakula. Juara 1 Lomba dance Tingkat kabupaten yang diselenggarakan di SM N 1 Tejakula. Juara Umum III musikalisasi puisi tingkat Kabupaten pada peringatan Baden Powell, kwarcab Pramuka Buleleng. Juara II Umum tingkat kabupaten dalam Lomba Tingkat Wira (LTW) yang diadakan oleh PMI kabupaten  Buleleng. Juara harapan 1 dan peringkat 10 besar dalam lomba matematika (GLM) tingkat provinsi yang diadakan oleh jurusan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha. Tabel nama dan pembina sebagai berikut:

 

No

Bidang Lomba

Tingkat

Juara

Peserta

Pembina

1 Mekidung Kabupaten

I

  1. Monday Sari
  2. Buda ratna sari
1. Gusti Nym. Wicaksana, S.Pd.B

2. Putu heny Widya Sari

2 Dance (tari Kreasi) Kabupaten

I

1 Riska Swadarmayanti

2. Adisdara  Driantika

3. Wulandaro

4. Gusti Manu Asri

5. Ayu Suryani

1. Luh Era Kurnia,S.Pd
3 Musikalisasi Puisi Kabupaten III umum
  1. Gita Anggarini
  2. Emi trisna Dewi
  3. Sri Dewi Astuti
1.Made Budi Aryaningsih,S.Pd

2.Gede Sanggraha Dyatmika

4 Tingkat Wira (PMR) Kabupaten II umum Tim Pramuka SMK
  1. Wayan Buana,S.Pd,M.Pd.H
  2. Ni Putu Sridewi ,SPd
5 Matematika (GLM) Provinsi Harapan 1 1.  Anggy K.Wardani

2. Ayu meiliani

3. Windu ariasa

4. Raka Budiarsana

1. Nym. Agus Darmawan B. S.Pd

2. I Nym. Sayun,S.Pd

3. Drs. Nyoman Putradana

5 KARAOKE Kabupaten III dan Harapan 1
  1. Putu Yuli Budiantari S.Pd
  2. Luh Putri Sarasuasti, S.Apt
  3. Ketut Suparwata,SPd
  4. Eve. Erwin J. Abrahams,S.H
 

Eve. Erwin J. Abrahams,S.H

 

 

Prestasi-prestasi tersebut diraih dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Yang tentu saja hal tersebut merupakan hasil kerja keras antara siswa dan guru pembina. Hal tersebut tidak terlepas pula dukungan kepala sekolah  Gede Sukanaya,S.Pd, M.Pd  yang selalu mendukung dan memiliki visi untuk selalu terdepan.  Kepala sekolah yang murah senyum itu menyatakan,“keberhasilan prestasi yang kita raih disamping minat siswa yang tinggi dalam mengikuti setiap kegiatan lomba,  sangat didukung pula oleh sumber daya yaitu guru pembina yang sangat intens memberikan pelatihan dan pembinaan. Sehingga keberhasilan yang kita raih sangat maksimal. Kita membuktikan kepada masyarakat umum bahwa sekolah kita bermutu walau baru dan tetap berprinsip pada semboyan’do the best ” Tandasnya.

Terkait dengan kegiatan lomba yang diikuti,  salah beberapa  pembina lomba I Gusti Nyoman Wicaksana,SPd.B menyatakan ” hasil yang kita raih sudah termasuk maksimal, tetapi untuk lebih memaksimalkan hasil dan agar siswa lebih siap, perlu dibentuk kelompok siswa gemar terkait dengan potensi yang mereka miliki.”  Untuk lomba Matematika menurut Nyoman Agus Darmawan Bukian,S.Pd “walaupun baru  meraih prestasi menjadi juara harapan di tingkat Provinsi untuk bidang studi matematika, hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat membanggakan karena kegiatan ini baru pertama kali diikuti oleh siswa. Kami dari pihak sekolah dan pembina memiliki komitmen untuk memberikan pembinaan lebih intensif kepada siswa agar mereka lebih siap dalam mengikuti event-vent yang serupa.” Tandasnya dengan senyum ramah.

Selain siswa keterlibatan guru untuk ikut kegiatan lomba tidak kalah dari siswa. Terbukti dua guru meraih juara 3 dan juara harapan 1 karaoke antar guru dalam rangka HUT Kota Singaraja 408 . Pembina lomba Eve. Erwin J. Abrahams,S.H mengatakan, “prestasi yang dirih oleh guru dalam lomba karaoke sudah bisa ditunjukkan. Jadi guru tidak hanya menyuruh siswanya untuk lomba tetapi mereka juga bisa menunjukkan bahwa mereka juga punta talenta” katanya. Salut untuk SMKN 1 Kubutambahan, benar seperti yang dikatakan di awal tadi bahwa sekolah boleh di desa tapi bukan ndeso. (humas smk /3u<1an)

 

 

SMK Negeri 1 Kubutambahan didirikan pada tahun pelajaran 2010-2011 , tepatnya melalui SK Bupati Buleleng No 420/377/HK/2010  tanggal 1 Juni 2010. Pada awal berdirinya, sekolah ini hanya membuka satu kompetensi keahlian yaitu keperawatan. Pada tahun pertamanya saja, sekolah yang merupakan satu-satunya SMK Negeri kelompok kesehatan di Bali ini memperoleh siswa sebanyak 225 orang yang terbagi ke dalam 6 rombongan belajar.

Selama kurang lebih satu semester, SMK Negeri 1 Kubutambahan dipimpin oleh seorang Plt. Kepala sekolah yaitu Drs. I Made Darwis Wibawa yang sehari-harinya bertugas sebagai kepala sekolah di SMK Negeri 2 Singaraja. Dalam menjalankan roda organisasinya, bapak 3 anak ini dibantu oleh 3 orang wakil kepala sekolah yaitu Gede Sukanaya, S.Pd,M.Pd (Waka kurikulum), I Nyoman Sayun, S.Pd ( Waka kesiswaan), dan Dra. Ni Luh Warmeni (Waka Sapras).

Untuk proses belajar mengajar, oleh karena pembangunan gedung masih dalam proses pengerjaan, untuk sementara meminjam tempat belajar di SD No 4 dan 5 Kubutambahan dan waktu belajar dilaksanakan sore hari.

Sampai saat ini, sekolah yang berlokasi sangat strategis ini karena terletak di jantung kota kecamatan kubutambahan, tepatnya di sebelah timur lapangan besi mejajar kubutambahan, memiliki lokasi seluas kurang lebih 2 hektar. Proyek yang sudah selesai digarap adalah proyek ruang kelas baru (RKB) sebanyak 4 ruang yang penyelesaiannya pada akhir Januari 2011. Menurut rencana, pada tahun 2011 ini akan memperoleh proyek yang sama yaitu RKB sebanyak 6 ruang, dan begitu seterusnya secara berkelanjutan pembangunan gedung SMK Negeri 1 Kubutambahan ini dilaksanakan sampai tuntas sesuai dengan site plan yang dibuat oleh konsultan sekolah.

Tepatnya tanggal 20 Januari 2011,  sesuai dengan SK Bupati Buleleng No 821.2/433/BKD tentang mutasi/ pengangkatan kepala sekolah dan pengawas sekolah di lingkungan pemerintah kabupaten Buleleng, Gede Sukanaya, S.Pd,M.Pd diangkat dan menjadi kepala sekolah di SMK Negeri 1 Kubutambahan secara difinitif. Seorang kepala sekolah yang tergolong sangat muda kelahiran Gobleg, 27 Pebruari 1973 mulai mengemban tanggung jawab mulia untuk membawa sekolah ini ke arah yang lebih maju seperti yang dicita-citakan. Pria bersahaja ini menyelesaikan S1 jurusan Bahasa Inggris di STKIP Negeri Singaraja pada tahun 1997, dan pendidikan S2 pada jurusan Pendidikan Bahasa di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) pada tahun 2010.

Sebelum menjadi kepala sekolah, bapak dua anak ini beberapa kali menjabat sebagai wakil kepada sekolah di SMK Negeri 1 Sukasada yaitu wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana dan kurikulum. Selain ini bapak yang pernah menjadi juara I lomba karya tulis ilmiah guru SMA/SMK se kabupaten Buleleng tahun 2005 ini, juga pernah menjadi dosen luar biasa pada beberapa universitas/ sekolah tinggi yaitu Universitas Panji Sakti, Mapindo, Universitas Terbuka, LP3I Saraswati, dan  STKIP Agama Hindu. Selain itu sempat menjadi direktur LP3I Saraswati Singaraja dan per tanggal 1 Mei 2010 diangkat menjadi koordinator kampus kecamatan Buleleng yang berlokasi di Hotel Melka Lovina oleh rektor Universitas Mahendradatta.

Dalam menjalankan organisasinya, bapak yang pernah menjadi ketua English Testing Center (ETC) kabupaten Buleleng ini, dibantu oleh 4 orang wakil kepala sekolah yaitu Nyoman Agus Darmawan Bukian, S.Pd (Waka Kurikulum), I Nyoman Sayun, S.Pd (Waka Kesiswaan), Dra. Ni Luh Warmeni (Waka Sapras), dan I Wayan Buana, S.Pd ( Waka HIM). Mengawali kepemimpinannya, Sukanaya memprioritaskan pada program MPMBS diantaranya : (1) meningkatkan efektifitas KBM, (2) meningkatkan input siswa minimal 20% pada tahun pelajaran 2011/2012, (3) meningkatkan mutu SDM sekolah, (4) meningkatkan kedisiplinan siswa, (5) meningkatkan prestasi siswa, dan (6) menigkatkan sarana dan prasarana sekolah secara berkesinambungan.

Khusus untuk meningkatkan input siswa pada tahun pelajaran 2011/2012, dibentuklah Tim Promosi sekolah yang solid. Berdasarakan pemetaan kantong-kantong sumber siswa dari sekolah-sekolah yang ada, ada 14 sekolah yang menjadi target promosi sekolah. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di sedikitnya 4 kecamatan yaitu Kubutambahan, Sawan, Tejakula, dan Buleleng. Promosi ini dilaksanakan dengan datang langsung ke sekolah ( presentasi di depan anak-anak), melalui media cetak (TPI) dan elektronik (radio Guntur dan Swara Teknika), serta dengan pemasangan pamplet dan baliho di beberapa tempat strategis. Dari apa yang sudah dilakukan TIM Promosi, kami yakin akan memperoleh siswa yang lebih banyak dari tahun kemarin ungkap Nyoman Agus Darmawan Bukian selaku ketua tim promosi. Ditambahkan oleh Wayan Buana selaku waka HIM, ke depan kita akan coba melaksanakan seleksi melalui pembobotan, dan untuk masuk di SMK Negeri 1 Kubutambahan diperlukan tidak hanya mampu secara akademis, tetapi juga harus memiliki fisik yang baik dalam arti performance, karena sekolah ini nantinya akan lebih banyak memberikan jasa pelayanan yaitu kesehatan.

Untuk tahun pelajaran 2011-2012, SMK Negeri 1 Kubutambahan akan membuka 2 kompetensi keahlian. Kedua kompetensi tersebut adalah Keperawatan dan Farmasi. Kompetensi keahlian keperawatan masih menjadi kompetensi keahlian yang paling diminati, terbukti pada tahun pertama saja memperoleh siswa sebanyak 6 kelas/ rombel ( 225 siswa). Namun seiring dengan perkembangan sekolah ke depan, perlu ada pembukaan kompetensi keahlian baru yang nantinya bisa melengkapi kompetensi keahlian yang sudah ada. Dibukanya kompetensi keahlian Farmasi disamping karena analisis SWOT yang sudah dilakukan berkaitan dengan kesiapan sekolah, disana juga untuk menjawab tantangan penyaiapan SDM dalam kompetensi farmasi yang sangat diminati di dunia kerja.

Dari kanan-kiri : Gede Sukanaya,S.Pd,M.Pd (Kepala Sekolah), Nyoman Agus Darmawan Bukian, S.Pd ( Waka Kurikulum), Wayan Buana, S.Pd (Waka HIM), Dra. Ni Luh Warmeni (Waka Sapras), dan I Nyoman Sayun, S.Pd (Waka Kesiswaan).


Staf Pengajar dan pegawai SMK Negeri 1 Kubutambahan

Staf Pengajar dan Pegawai SMK Negeri 1 Kubutambahan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.